Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Bintan · 20 Dec 2021 04:21 WIB ·

Along time, Menyusuri Perairan Bintan dan Susahnya Menjadi Nelayan


					Along time, Menyusuri Perairan Bintan dan Susahnya Menjadi Nelayan Perbesar

Bintan, wisatakepri.com – Seperti yang diketahui, pulau Bintan merupakan pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, yang dikenal memiliki keindahan alam dan ekosistem perairan yang beragam, dimana salah satunya terdapat terumbu karang yang subur di Pesisir Pulau Bintan.

Pulau Bintan juga merupakan salah satu pulau dengan aktivitas pengelolaan sumberdaya yang meliputi Kelautan dan Perikanan, sehingga tidak jarang masyarakat Bintan yang berprofesi sebagai Nelayan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Namun, dengan banyaknya hasil laut yang tersebar disekitaran perairan pulau Bintan, Nelayan Bintan masih mengalami kesulitan untuk mencari nafkah dilaut, dimana kelangkaan akan BBM Solar masih menjadi topik permasalahan dan perbincangan setiap tahunnya.

Permasalahan ini juga dirasakan oleh salah seorang pengusaha Kapal Nelayan Fiber di Kijang, Suyanto alias Along yang merasakan hal sama, dimana pada saat ini banyak para Nelayan mengeluhkan susahnya untuk turun melaut, sehingga berdampak pada cicilan sebagian Nelayan untuk melunasi hutang pembuatan kapal.

Merasa prihatin dan perlu menyuarakan kesejahteraan para Nelayan, Along mengajak beberapa perwakilan dari berbagai elemen masyarakat menyusuri keindahan perairan Bintan, dan ikut merasakan kehidupan serta untuk mengetahui betapa susahnya para Nelayan mencari rezeki.

Melalui channel youtube Thafan Casper, Terlihat yang mengikuti penelusuran tersebut adalah Kholili Bunyani selaku Kepala Desa Lancang Kuning, Sapta Nugraha, S.T., M.Eng. selaku Dekan Fakultas Teknik, Mohammad Abduh alias Oman selaku Ketua Harian 1 Perppat Bentan, dan Muhammad Panca Sakti selaku warga Kijang.

Meski pada saat penelusuran cuaca terbilang kurang bersahabat. Along menjelaskan, masih ada sebagian Nelayan yang terpaksa melaut demi memenuhi kebutuhan keluarganya dirumah.

“Beginilah nasib para Nelayan, mau cuaca bagus atau buruk, Nelayan terpaksa harus melaut demi memenuhi kebutuhan keluarganya, bahkan ada yang baru pulang dua minggu kemudian dan bahkan berbulan-bulan. Nah, bayangkan saja jika Nelayan tidak memiliki minyak (BBM Solar) yang cukup, apa tidak menjadi resiko diperjalanan. Karena, ketika melaut, mereka belum tentu langsung dapat ikan. Jadi, harus berpindah-pindah tempat,” Ujar Along pada saat kapal menuju lokasi pemancingan didaerah Pulau Numbing.

Senada dengan Along. Kholili juga mengungkapkan bahwasanya pemerintah perlu memikirkan nasib para Nelayan untuk memenuhi kebutuhan akan BBM Solar.

“Coba lihat disekitar, Terlihat banyak kapal yang bersandar dan tidak beroperasi. hal ini disebabkan karena adanya kelangkaan BBM Solar sehingga Nelayan memilih untuk menyandarkan kapalnya. Oleh karena itu, Pemerintah seharusnya lebih memikirkan kesejahteraan para Nelayan, mereka butuh perhatian lebih saat ini,” Pungkas Kholili.

Dilain pihak, Sapta juga menambahkan terkait nasib para Nelayan saat ini. “Jika para Nelayan tidak turun kelaut, bagaimana kita sebagai warga dapat menikmati makanan laut. Menurut saya, ini jadi permasalahan juga, dimana nantinya akan berdampak kepada masyarakat umum,” Ujar Sapta.

Setelah berbincang cukup lama terkait permasalahan para Nelayan dan menikmati pemandangan pesisir laut, akhirnya tiba juga ditempat pemancingan. Namun setelah sekian lama menurunkan pancingan dan berputar mengitari titik lokasi yang diperkirakan akan banyak hasil tangkapan yang didapat, fakta dilapangan tidak semudah yang dibayangkan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Oman. “Meskipun saya biasa mancing didarat, ternyata mancing dilaut tidak semudah yang saya pikirkan. Makanya, kita patut berterimakasih kepada para Nelayan yang telah berkorban dan menyediakan hasil laut untuk dikonsumsi, terutama ikan. Lihat saja, sampai saat ini ikan yang didapatkan hanya cukup untuk makan saja”.

Panca juga menambahkan. “Meskipun tangkapan pada hari ini belum begitu memuaskan, namun saya berterimakasih kepada Bapak Along yang telah mau mengajak dan memberikan pengalaman di laut. Sehingga saya juga mengetahui, ternyata menjadi mencari ikan di laut tidak segampang dan semudah yang saya bayangkan,” ujarnya. (Thafan Casper)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Geopark Natuna, Berlian di Perbatasan Indonesia

21 December 2021 - 14:12 WIB

Yuk, Bermalam di Atas Kelong

21 December 2021 - 14:04 WIB

Potensi Wisata di Pulau Bintan, Primadona Kepulauan Riau

1 September 2021 - 02:02 WIB

Apples and Bananas 2 + More Nursery Rhymes & Kids Songs – CoComelon

27 August 2021 - 04:31 WIB

Counting Apples At The Farm | CoComelon Nursery Rhymes & Kids Songs

27 August 2021 - 04:20 WIB

Birthday Musical Chairs + More Nursery Rhymes & Kids Songs – CoComelon

2 August 2021 - 14:44 WIB

Trending di Video

Sorry. No data so far.